Study Case for [Women's Bag]
Dari ROAS 83 ke 196: Bagaimana Toko Uci Melipatgandakan Performa Iklan di E-Commerce dalam 60 Hari
Study Case for [Women's Bag]
Dari ROAS 83 ke 196: Bagaimana Toko Uci Melipatgandakan Performa Iklan di E-Commerce dalam 60 Hari
Meningkatkan Return on Ad Spend (ROAS) lebih dari dua kali lipat dalam dua bulan bukan sesuatu yang mudah — apalagi di industri tas wanita yang kompetitif. Namun itulah yang berhasil dicapai oleh Toko Uci, brand tas wanita asal Indonesia, dalam periode Februari hingga Maret 2026.
ROAS mereka melonjak dari 83,37 menjadi 196,14 — sebuah pertumbuhan signifikan yang mencerminkan strategi pemasaran digital yang tepat sasaran.
Tentang Toko Uci
Toko Uci adalah brand lokal yang bergerak di sektor aksesori fashion wanita, khususnya tas. Dengan fokus pada pasar e-commerce Indonesia, Toko Uci memanfaatkan berbagai platform marketplace untuk menjangkau konsumen yang terus tumbuh, salah satunya adalah Shopee.
Seperti banyak brand fashion lokal lain, tantangan terbesar mereka adalah memastikan setiap rupiah yang diinvestasikan ke iklan menghasilkan penjualan yang optimal.
Apa Itu ROAS dan Mengapa Penting?
ROAS (Return on Ad Spend) adalah indikator utama efisiensi iklan digital. Rumusnya sederhana: total pendapatan dari iklan dibagi total biaya iklan.
Angka ROAS 83,37 berarti setiap Rp1 yang dibelanjakan untuk iklan menghasilkan sekitar Rp83 dalam pendapatan. Angka ini, meskipun terlihat besar secara nominal, belum tentu optimal jika dibandingkan dengan standar industri dan biaya operasional bisnis.
Bagi brand seperti Toko Uci yang beroperasi di pasar tas wanita — kategori dengan persaingan tinggi dan margin yang harus dijaga — meningkatkan ROAS secara signifikan adalah kunci untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabel.
Tantangan yang Dihadapi Sebelum Optimasi
Sebelum periode optimasi Februari hingga Maret 2026, Toko Uci menghadapi beberapa tantangan umum:
- Penargetan audiens yang belum spesifik, sehingga iklan menjangkau pengguna yang kurang relevan.
- Alokasi anggaran iklan yang belum efisien antara berbagai platform dan produk.
- Kurangnya analisis mendalam terhadap data performa kampanye secara berkala.
- Konten iklan yang belum sepenuhnya disesuaikan dengan perilaku dan preferensi target konsumen.
Strategi Kunci di Balik Lonjakan ROAS
Pertumbuhan ROAS Toko Uci dari 83,37 ke 196,14 dalam kurun waktu satu bulan tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa pendekatan strategis yang dijalankan secara konsisten:
1. Optimasi Audiens Berbasis Data
Tim melakukan analisis mendalam terhadap data historis untuk mengidentifikasi segmen audiens yang paling berpotensi melakukan konversi. Dengan memanfaatkan fitur lookalike audience dan retargeting di platform e-commerce, iklan mulai diarahkan kepada pengguna yang memiliki pola perilaku belanja serupa dengan pelanggan setia brand.
2. Pengujian Kreatif Iklan Secara Berkala
Konten visual dan copywriting iklan diuji secara A/B untuk menemukan kombinasi yang paling efektif. Foto produk berkualitas tinggi yang menampilkan detail tas dari berbagai sudut, dikombinasikan dengan pesan yang menekankan nilai produk, terbukti meningkatkan click-through rate (CTR) secara signifikan.
3. Efisiensi Anggaran dengan Pendekatan Berbasis Performa
Anggaran iklan dialokasikan ulang secara dinamis — kampanye dengan performa rendah dikurangi anggarannya, sementara kampanye dengan ROAS tinggi mendapat alokasi lebih besar. Pendekatan ini memastikan tidak ada anggaran yang terbuang sia-sia.
4. Pemanfaatan Momen dan Tren Musiman
Periode Februari hingga Maret bertepatan dengan beberapa momentum belanja penting, termasuk perayaan hari kasih sayang, Imlek, hingga Ramadan dan awal kuartal pertama. Toko Uci memanfaatkan momen ini dengan kampanye tematik yang relevan, mendorong urgensi pembelian di kalangan konsumen wanita.
Hasil yang Dicapai
Kenaikan ROAS dari 83,37 menjadi 196,14 — setara dengan pertumbuhan sekitar 135% — mencerminkan dampak nyata dari optimasi yang terstruktur. Artinya, untuk setiap rupiah yang diinvestasikan dalam iklan, Toko Uci kini menghasilkan hampir dua kali lipat pendapatan dibandingkan sebelumnya.
Pencapaian ini menandakan bahwa brand telah berhasil membangun koneksi yang lebih relevan antara produk dan konsumen yang tepat — landasan penting untuk pertumbuhan jangka panjang di pasar e-commerce yang semakin kompetitif.
Pelajaran yang Bisa Diambil
Kisah sukses Toko Uci memberikan beberapa pelajaran berharga bagi brand tas wanita dan fashion lokal:
- Data adalah fondasi keputusan — jangan ambil keputusan berdasarkan asumsi semata.
- Konsistensi dan iterasi adalah kunci — hasil optimal tidak datang dalam semalam.
- Alokasi anggaran yang fleksibel lebih efektif daripada anggaran yang kaku.
- Relevansi konten dengan audiens jauh lebih penting daripada jumlah tayangan semata.
Ingin Hasil Serupa untuk Brand Anda? Toko Uci membuktikan bahwa brand lokal Indonesia mampu bersaing dan tumbuh secara signifikan di platform e-commerce dengan strategi yang tepat. Agile Ad House siap membantu bisnis Anda mencapai pertumbuhan yang sama. Diskusikan kebutuhan bisnis Anda sekarang!