Study Case for [Women's Apparel]
Bagaimana Brand Fatih Meningkatkan ROAS Tanpa Mengandalkan Budget Besar
Study Case for [Women's Apparel]
Bagaimana Brand Fatih Meningkatkan ROAS Tanpa Mengandalkan Budget Besar
Di banyak bisnis e-commerce, mencapai ROAS di atas 10 saja sudah dianggap bagus. Apalagi jika sudah menyentuh angka 15 atau lebih. Pada titik itu, kebanyakan brand akan mempertahankan campaign, menghindari perubahan besar, dan fokus menjaga stabilitas.
Masuk akal. Tapi justru di sinilah banyak potensi berhenti.
Kasus Fatih, salah satu brand yang berfokus pada sektor fashion wanita atau women’s apparel, menunjukkan sesuatu yang menarik: performa yang sudah “bagus” ternyata masih bisa didorong jauh lebih tinggi.
Masalah yang Tidak Terlihat di Permukaan
Pada Februari 2026, Fatih sudah mencatat ROAS sebesar 16.03. Ini tentu bukan angka kecil. Namun, saat performa dibedah lebih dalam, muncul pertanyaan penting: apakah semua potensi sudah benar-benar dimaksimalkan?
Jawabannya: belum.
Di level atas, semuanya terlihat baik-baik saja. Tapi, ketika masuk ke detail, ada beberapa hal yang mulai terlihat:
- Ada biaya yang sebenarnya bisa ditekan.
- Traffic yang kurang relevan.
- Ada peluang optimasi yang belum dimanfaatkan.
Hal-hal ini cukup untuk menahan performa agar tidak naik lebih jauh.
Strategi Utama: Menurunkan Biaya, Meningkatkan Nilai
Alih-alih langsung meningkatkan budget, pendekatan yang digunakan oleh brand Fatih justru berlawanan arah: memperbaiki kualitas sebelum menambah kuantitas.
Salah satu perubahan paling signifikan ada di satu metrik yang sering dianggap “biasa”: Cost Per Click (CPC) dari Rp350 ke Rp81.
Dampaknya:
- Budget yang sama bisa menjangkau lebih banyak audience.
- Biaya per conversion jadi lebih efisien.
- Ruang untuk meningkatkan performa jadi lebih besar.
Perubahan ini dicapai melalui:
- Penyesuaian targeting agar lebih tepat.
- Creative yang lebih relevan dengan audience.
- Struktur campaign yang lebih rapi dan fokus.
Eksekusi yang Cepat, tapi Tidak Asal
Brand Fatih mengubah fokus dari sekadar traffic menjadi traffic yang siap beli:
- Menarik audience yang lebih spesifik.
- Mengurangi klik yang tidak relevan.
- Meningkatkan kualitas interaksi.
Hasilnya, meski traffic tidak selalu naik drastis, nilai dari setiap klik meningkat secara signifikan.
Setiap perubahan yang dilakukan:
- Diuji dalam skala kecil.
- Dilihat dampaknya secara langsung.
- Diperluas jika terbukti efektif.
Pendekatan ini memungkinkan optimasi berjalan lebih agresif, tanpa risiko merusak performa yang sudah ada.
Hasil: Performa yang Melampaui Ekspektasi
Hanya dalam waktu satu bulan (Februari–Maret 2026), brand Fatih menuai hasil yang sangat signifikan:
- ROAS naik dari 16.03 menjadi 31.42
- CPC turun dari Rp350 ke Rp81
- Revenue meningkat hingga 1.573%
Yang menarik bukan hanya kenaikannya, tapi kualitas yang diberikan: menjadi lebih efisien, terukur, dan sustainable.
Apa yang Bisa Dipelajari?
Dari strategi yang diterapkan oleh Fatih, ada beberapa hal yang sering terlewat oleh bisnis lain:
- Performa tinggi tidak berarti sudah optimal. Selalu ada ruang untuk perbaikan, bahkan di angka yang sebelumnya terlihat “aman”.
- Efisiensi bisa membuka peluang besar. Menurunkan biaya sering kali memberi hasil yang lebih kuat daripada menambah budget untuk kampanye baru.
- Detail kecil bisa memberikan dampak besar. Perubahan di CPC atau targeting bisa mengubah keseluruhan performa.
- Optimasi tidak pernah sekali jalan. Ini adalah proses yang terus berjalan dan berkembang.
Kalau Campaign Sudah Bagus, Jangan Berhenti di Situ Fatih membuktikan bahwa peningkatan besar tidak selalu datang dari perubahan besar. Di Agile Ad House, kami membantu menemukan apa yang bisa diperbaiki, memaksimalkan yang sudah bekerja, dan mengembangkan performa tanpa mengambil risiko berlebihan. Hubungi tim kami sekarang!