Marketplace Advertising: Beriklan di Platform Marketplace
Toko Anda sudah lengkap. Foto produk rapi, deskripsi jelas, harga bersaing. Tapi produk itu terkubur di halaman ke-20 hasil pencarian Shopee, tenggelam di antara ribuan penjual lain yang menjual barang serupa. Ini bukan soal kualitas produk, ini soal visibilitas.
Marketplace advertising adalah jawaban untuk masalah itu: sistem iklan berbayar yang berjalan di dalam platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada, yang memungkinkan produk atau toko Anda tampil urutan teratas saat pembeli yang sedang aktif mencari barang seperti milik Anda.
Artikel ini membahas tuntas apa itu marketplace advertising, cara kerjanya, jenis-jenis iklan di setiap platform marketplace utama di Indonesia, alasan bisnis perlu memakainya, sampai strategi menjalankannya agar tidak boncos.
Apa Itu Marketplace Advertising?
Marketplace advertising adalah iklan berbayar yang ditempatkan langsung di dalam platform marketplace atau e-commerce, seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, atau Blibli, untuk mendorong produk maupun toko tampil di posisi yang lebih menonjol.
Bentuknya bisa berupa produk yang muncul di urutan teratas hasil pencarian, banner di halaman utama, sampai rekomendasi produk di halaman “produk serupa”.
Berbeda dari iklan media sosial yang menjangkau orang berdasarkan minat atau demografi, marketplace advertising menjangkau orang yang sedang berada di tahap membeli. Mereka sudah membuka aplikasi marketplace, sudah mengetik kata kunci, dan sudah siap dengan metode pembayaran.
Itu sebabnya marketplace ads sering disebut sebagai salah satu bentuk iklan dengan niat beli (purchase intent) paling tinggi dibanding kanal digital lain.
Apa Itu Marketplace dan Contohnya?
Marketplace adalah platform daring yang mempertemukan banyak penjual dan pembeli dalam satu tempat, lengkap dengan sistem pembayaran, pengiriman, dan katalog produk yang difasilitasi oleh penyedia platform itu sendiri. Bedanya dengan toko online biasa: marketplace tidak menjual produknya sendiri, melainkan menyediakan “lapak” bagi ribuan hingga jutaan penjual pihak ketiga.
Beberapa contoh marketplace yang beroperasi di Indonesia:
- Shopee — marketplace umum dengan basis pengguna terbesar di Indonesia, kuat di kategori produk lokal, fashion, dan kebutuhan sehari-hari.
- Tokopedia — salah satu marketplace umum tertua di Indonesia, kini bagian dari ekosistem TikTok, kuat di kategori elektronik dan kebutuhan rumah tangga.
- Lazada — marketplace di bawah grup Alibaba, dikenal kuat di kategori elektronik dan produk branded/resmi.
- Blibli — marketplace yang dikenal sebagai “online mall”, fokus pada produk elektronik, gadget, dan brand resmi.
- TikTok Shop — fitur belanja terintegrasi dengan platform video pendek TikTok, menggabungkan konten hiburan dengan transaksi jual-beli (social commerce).
- Bukalapak — marketplace yang banyak digunakan pelaku UMKM.
Contoh marketplace global yang sering dijadikan rujukan meliputi Amazon, Alibaba, dan eBay. Semua platform ini punya kesamaan: mereka adalah “pasar” digital tempat banyak penjual bersaing memperebutkan perhatian pembeli yang sama, dan di situlah marketplace advertising berperan.
Marketplace Advertising vs Iklan Media Sosial atau Google Ads
Perbedaan paling mendasar ada pada niat pengguna saat melihat iklan:
- Google Ads menjangkau orang yang sedang mencari informasi atau solusi, belum tentu siap membeli di platform tertentu.
- Iklan media sosial (Meta Ads, TikTok Ads) menjangkau orang berdasarkan minat dan perilaku, sering kali saat mereka belum berniat belanja sama sekali (interruption-based).
- Marketplace advertising menjangkau orang yang sudah membuka aplikasi belanja, sudah punya metode pembayaran tersimpan, dan dalam banyak kasus sudah mengetik kata kunci produk yang ingin dibeli.
Kombinasi ketiganya biasanya memberi hasil terbaik: iklan media sosial dan Google Ads membangun awareness dan traffic, sementara marketplace advertising menangkap pembeli di titik paling dekat dengan keputusan transaksi.
Meski setiap platform punya nama fitur berbeda, mekanisme dasar marketplace advertising di Shopee, Tokopedia, dan Lazada relatif sama: sistem lelang berbasis kata kunci dengan model pembayaran per klik.
Sistem Pay-Per-Click (PPC/CPC)
Hampir semua format iklan marketplace utama menggunakan model cost-per-click (CPC) atau pay-per-click (PPC): penjual hanya dikenakan biaya ketika calon pembeli benar-benar mengeklik iklan, bukan sekadar melihatnya (impresi).
Model ini membuat biaya iklan lebih terukur dan sebanding dengan interaksi yang benar-benar didapat, dibanding model iklan tradisional yang dibayar di muka tanpa jaminan hasil.
Sistem Cost Per Mille (CPM)
Selain CPC, sebagian format iklan marketplace menggunakan model Cost Per Mille (CPM), yaitu biaya dihitung per seribu tayangan iklan (impresi), bukan per klik, cocok untuk tujuan brand awareness ketimbang mengejar klik langsung.
Di Shopee sendiri, sistem CPM kini bukan hal baru: selain sudah lama diterapkan pada Iklan Display/Banner, sejak Mei 2026 Shopee juga mulai menerapkan penagihan berbasis impresi ini pada Iklan Produk GMV Max, sehingga penjual perlu mulai memperhatikan metrik tayangan, bukan hanya klik, saat mengevaluasi performa iklan di platform ini.
Sistem Bidding dan Lelang Kata Kunci
Untuk format iklan berbasis pencarian, posisi tampil produk ditentukan lewat sistem lelang (auction-based). Penjual menentukan kata kunci yang relevan dengan produknya, lalu memasang bid, yaitu harga maksimum yang bersedia dibayar setiap kali ada yang mengeklik iklan pada kata kunci tersebut. Semakin kompetitif bid dan semakin relevan produk dengan kata kunci pencarian, semakin besar peluang produk tampil di posisi atas.
Sistem ini mirip di semua platform: penjual bisa memilih kata kunci secara manual, atau menggunakan rekomendasi kata kunci yang disodorkan otomatis oleh platform berdasarkan kategori dan judul produk.
Menentukan Budget Iklan
Penjual mengatur dua jenis anggaran:
- Budget harian: batas maksimal pengeluaran iklan per hari, sehingga iklan otomatis berhenti tayang setelah anggaran habis.
- Bid per klik atau per kata kunci: batas harga maksimum yang bersedia dibayar untuk satu klik pada kata kunci tertentu.
Semakin tinggi budget harian, semakin besar potensi iklan menjangkau lebih banyak calon pembeli sepanjang hari, sementara bid yang lebih kompetitif menentukan seberapa sering produk memenangkan “lelang” posisi tayang dibanding kompetitor yang menyasar kata kunci sama.
Targeting dan Penempatan Algoritmik
Selain iklan berbasis kata kunci, marketplace juga punya format iklan yang tidak memerlukan kata kunci manual sama sekali. Sistem secara otomatis menampilkan produk kepada pembeli berdasarkan kemiripan produk yang sedang mereka lihat, riwayat penelusuran, atau kategori yang sering mereka kunjungi.
Format ini biasanya muncul di halaman rekomendasi, “produk serupa”, atau beranda aplikasi, dan cocok untuk menjangkau pembeli yang belum tentu mengetik kata kunci spesifik namun sedang dalam mood berbelanja di kategori terkait.
Jenis-Jenis Iklan Marketplace di Berbagai Platform Indonesia
Setiap marketplace punya nama dan struktur fitur iklan yang berbeda, meski konsep dasarnya serupa. Berikut rincian jenis iklan di tiga marketplace terbesar di Indonesia.
Jenis Iklan Shopee (Shopee Ads)
Shopee Ads adalah nama fitur iklan berbayar milik Shopee, dapat diakses lewat menu Pusat Iklan di Shopee Seller Centre.
Iklan Pencarian (Keyword/Search Ads)
Format ini menampilkan produk di posisi atas hasil pencarian ketika pembeli mengetik kata kunci tertentu. Penjual memilih kata kunci relevan dan mengatur bid masing-masing. Ini format dengan tingkat konversi tertinggi karena menjangkau pembeli yang sudah aktif mencari produk sejenis, sehingga paling disarankan sebagai titik masuk untuk toko baru.
Discovery Ads
Discovery Ads menampilkan produk di area dengan traffic tinggi tanpa memerlukan kata kunci, seperti bagian “Daily Discover” di beranda serta “Produk Serupa” dan “Produk Rekomendasi” di halaman detail produk.
Sistem secara otomatis menyasar pembeli yang menunjukkan minat pada produk sejenis atau terkait, sehingga cocok untuk mencuri perhatian dari halaman kompetitor.
Iklan Toko (Shop Search Ads)
Alih-alih mengiklankan satu produk, format ini menampilkan profil toko secara keseluruhan, lengkap dengan voucher dan produk andalan, di posisi atas hasil pencarian. Iklan toko cocok untuk membangun brand awareness dan mendorong pembeli menjelajahi seluruh katalog, sehingga berpotensi menaikkan nilai rata-rata pesanan (average order value).
Iklan Display, Live, dan Format Otomatis (GMV Max)
Shopee juga menyediakan Iklan Banner/Display untuk visual besar di halaman utama, Iklan Live untuk mempromosikan sesi siaran langsung, dan format iklan otomatis all-in-one yang mengoptimalkan penempatan lintas kanal berdasarkan target penjualan, sehingga penjual tidak perlu mengatur setiap placement secara manual.
Jenis Iklan Tokopedia (TopAds)
TopAds adalah nama fitur iklan berbayar milik Tokopedia, dijalankan dengan sistem pay-per-click yang bisa diakses lewat menu Iklan dan Promosi di Tokopedia Seller.
TopAds Produk: Manual dan Otomatis
TopAds Produk terbagi menjadi dua mode. Iklan Manual memberi kendali penuh kepada penjual untuk memilih produk, kata kunci, dan bid sendiri, cocok bagi yang ingin kontrol detail. Iklan Otomatis membiarkan sistem Tokopedia yang menentukan kata kunci dan bid berdasarkan data performa produk, cocok bagi penjual yang ingin praktis tanpa mengelola kata kunci satu per satu.
Iklan Toko
Sama seperti di Shopee, Iklan Toko di Tokopedia menampilkan profil toko secara keseluruhan di hasil pencarian saat pembeli mencari kategori atau merek tertentu, cocok untuk tujuan brand awareness ketimbang mendorong satu produk saja.
Tokopedia Display Network
Format iklan premium berbentuk banner yang tampil di berbagai halaman strategis seperti beranda dan halaman kategori. Format ini umumnya hanya tersedia untuk penjual dengan status Power Merchant Pro atau Official Store, sehingga lebih relevan untuk brand yang sudah mapan di platform.
Jenis Iklan Lazada (Sponsored Solutions)
Lazada menaungi seluruh fitur iklannya di bawah payung Sponsored Solutions, yang bisa diakses dari Lazada Seller Center.
Sponsored Search
Format berbasis kata kunci dengan skema lelang (auction-based): penjual memilih kata kunci, menentukan bid, dan produk akan tampil di hasil pencarian saat pembeli mengetik kata kunci relevan. Penjual hanya dikenakan biaya saat produk diklik.
Sponsored Discovery
Format ini menampilkan produk di halaman kategori, rekomendasi, serta posisi strategis lain tanpa mengandalkan kata kunci manual sepenuhnya, karena penargetan bid-nya lebih berbasis penempatan (placement) dan kemiripan minat pembeli. Cocok untuk menjangkau pembeli yang sedang membanding-bandingkan produk serupa.
Sponsored Display dan Sponsored Max
Sponsored Display menampilkan iklan dalam bentuk banner bergaransi tayang di halaman utama, kategori, hingga notifikasi email, dengan model biaya berbasis impresi, cocok untuk peluncuran produk baru atau membangun awareness.
Sponsored Max adalah format yang lebih baru, menggabungkan Sponsored Discovery dan Display dalam satu kampanye dengan optimasi bidding otomatis berbasis AI, ditujukan untuk penjual yang ingin mengejar target ROI tertentu tanpa mengatur setiap placement secara manual.
Iklan di Marketplace Lainnya
Di luar tiga platform utama, Blibli Ads menawarkan skema serupa berbasis kata kunci dan banner untuk kategori elektronik dan produk resmi yang menjadi fokus Blibli, sementara TikTok Shop Ads memungkinkan produk tampil sebagai iklan di dalam feed video (For You Page) maupun di halaman pencarian TikTok Shop, menggabungkan pendekatan iklan konten dengan transaksi langsung (social commerce advertising).
Keuntungan Beriklan di Marketplace untuk Bisnis
Mengapa bisnis perlu mengalokasikan anggaran untuk marketplace advertising, bukan hanya mengandalkan traffic organik?
Menjangkau Pembeli dengan Niat Beli Tinggi
Pembeli yang mengetik kata kunci di marketplace bukan sekadar mencari informasi, mereka sedang dalam proses membandingkan dan siap bertransaksi. Ini membuat marketplace advertising punya rasio konversi yang cenderung lebih tinggi dibanding iklan yang menyasar audiens pada tahap awareness.
Meningkatkan Visibilitas di Tengah Persaingan Ketat
Semakin banyak penjual bergabung dalam satu marketplace, semakin sulit produk baru tampil secara organik tanpa histori penjualan atau ulasan. Marketplace ads memberi jalan pintas legal untuk tetap terlihat sejak hari pertama, tanpa harus menunggu algoritma pencarian organik “mempercayai” toko Anda.
Biaya yang Terukur dengan Sistem PPC
Karena penjual hanya membayar saat iklan diklik, biaya marketplace advertising lebih mudah dikaitkan langsung dengan hasil dibanding iklan konvensional yang dibayar per tayang tanpa jaminan interaksi. Ini memudahkan bisnis menghitung metrik seperti biaya per klik, biaya per pesanan, hingga return on ad spend.
Data dan Insight Performa secara Real-Time
Dashboard iklan di Shopee, Tokopedia, dan Lazada menyajikan data performa hampir seketika: jumlah klik, tayangan, konversi, hingga produk mana yang paling laris berkat iklan. Data ini memungkinkan bisnis mengambil keputusan berbasis angka, bukan sekadar asumsi.
Mendukung Strategi Omnichannel
Marketplace advertising bekerja optimal saat dipadukan dengan kanal lain. Traffic yang dibangun lewat Meta Ads atau TikTok Ads bisa diarahkan untuk mengenal brand terlebih dulu, sementara marketplace ads menangkap mereka saat sudah siap membeli di platform e-commerce, menciptakan corong penjualan yang saling melengkapi.
Strategi Efektif Menjalankan Marketplace Advertising
Memasang iklan saja tidak cukup. Berikut strategi iklan marketplace yang perlu diperhatikan agar anggaran tidak habis tanpa hasil.
Riset Kata Kunci dan Kompetitor Sebelum Memulai
Cek kata kunci yang digunakan produk sejenis milik kompetitor, bandingkan harga rata-rata pasar, dan pilih kata kunci yang relevan dengan intensi beli tinggi, bukan sekadar kata kunci dengan volume pencarian terbesar. Kata kunci umum memang mendatangkan banyak klik, tapi belum tentu klik yang benar-benar berujung checkout.
Optimasi Listing Produk Sebelum Beriklan
Iklan hanya bertugas mendatangkan traffic, konversi tetap dibentuk di halaman produk. Foto berkualitas, deskripsi lengkap, harga kompetitif, dan stok yang aman jauh lebih menentukan hasil akhir dibanding sekadar menaikkan budget iklan. Menaikkan anggaran untuk listing yang belum optimal hanya mempercepat pemborosan.
Kombinasikan Format Berbasis Kata Kunci dan Berbasis Penempatan
Gunakan iklan berbasis pencarian untuk menangkap pembeli yang sudah tahu apa yang mereka cari, dan iklan berbasis penempatan otomatis (Discovery/Sponsored Discovery) untuk menjangkau pembeli yang sedang membandingkan produk serupa milik kompetitor. Mengandalkan satu format saja membuat bisnis kehilangan setengah potensi pembeli di corong yang berbeda.
Uji Coba Bertahap Sebelum Scale Up
Mulai dengan budget kecil, kumpulkan data performa selama minimal dua hingga tiga minggu, baru putuskan produk dan kata kunci mana yang layak dinaikkan anggarannya. Menaikkan budget secara drastis di awal, sebelum sistem iklan punya cukup data, biasanya berakhir pada pemborosan tanpa arah yang jelas.
Manfaatkan Kata Kunci Negatif
Kata kunci negatif mencegah iklan tayang untuk pencarian yang tidak relevan, misalnya toko yang menjual tas wanita tidak perlu muncul di pencarian “tas pria kulit”. Tanpa filter ini, anggaran iklan terbuang untuk klik yang hampir pasti tidak akan checkout.
Gunakan Otomatisasi, tapi Tetap Pegang Kendali Manual
Fitur bidding otomatis berbasis AI dari masing-masing platform bisa menghemat waktu pengelolaan harian, tapi sebaiknya tetap disandingkan dengan pengawasan manual, khususnya untuk produk andalan (hero products) yang menyumbang porsi penjualan terbesar.
Sistem otomatis bekerja baik secara agregat, namun belum tentu selalu optimal untuk satu produk spesifik yang menjadi prioritas bisnis.
Pantau Metrik Kunci Secara Rutin
Beberapa metrik yang wajib dipantau dalam marketplace advertising:
- CTR (Click Through Rate) — rasio klik dibanding tayangan iklan, indikator seberapa menarik judul dan foto produk.
- Konversi — rasio pesanan dibanding klik, indikator seberapa efektif halaman produk meyakinkan pembeli.
- ACOS (Advertising Cost of Sale) — persentase biaya iklan dibanding omzet yang dihasilkan dari iklan tersebut.
- ROAS (Return on Ad Spend) — kebalikan dari ACOS, mengukur berapa rupiah omzet yang dihasilkan dari setiap rupiah biaya iklan.
Memantau metrik ini secara rutin memungkinkan bisnis menghentikan kata kunci atau produk yang boros anggaran tanpa hasil, dan mengalihkan anggaran ke kombinasi yang terbukti bekerja.
Marketplace Advertising sebagai Kunci Pertumbuhan Bisnis di Indonesia
Marketplace advertising bukan sekadar biaya tambahan, melainkan investasi untuk memastikan produk terlihat oleh pembeli yang sudah siap bertransaksi, di tengah persaingan marketplace Indonesia yang terus memadat. Kombinasi riset kata kunci, listing produk yang optimal, pemilihan format iklan yang tepat, serta pemantauan metrik secara konsisten, akan menentukan apakah anggaran iklan berubah menjadi penjualan atau justru habis tanpa hasil.
Mengelola iklan marketplace secara efektif butuh waktu, data, dan eksperimen yang konsisten, sesuatu yang tidak selalu bisa dikerjakan sambil menjalankan operasional bisnis sehari-hari. Di sinilah Agile Advertising hadir sebagai agensi digital ads yang fokus membantu bisnis tumbuh melalui strategi iklan yang cerdas dan berbasis data.
Sejak 2021, Agile Advertising telah mendampingi lebih dari 150 brand lintas industri, dengan model kerja sama tanpa kontrak jangka panjang, pengelolaan iklan berbasis performa, serta pelaporan transparan lengkap dengan attribution tracking, sehingga keputusan akhir tetap berada di tangan Anda sebagai pemilik bisnis.
Lihat bagaimana Agile Advertising menangani berbagai industri klien kami, atau cek paket layanan Agile yang tersedia untuk kebutuhan marketplace advertising bisnis Anda.
Siap mengoptimalkan iklan marketplace bisnis Anda? Konsultasikan strategi marketplace advertising Anda bersama tim Agile Advertising, atau hubungi kami langsung lewat WhatsApp di sini.