Hello! Your Own Custom Plan Here!

Apa itu Shopee Ads? Panduan Lengkap Iklan Shopee untuk Seller & Brand

@puripanganadmin | 23 Sept 2026 | Categories: Shopee Ads
Apa itu Shopee Ads? Panduan Lengkap Iklan Shopee untuk Seller & Brand

Persaingan di Shopee semakin padat, sementara traffic organik saja butuh waktu lama untuk mendatangkan penjualan yang stabil. Di sinilah Shopee Ads menjadi salah satu jalan tercepat untuk membuat produk terlihat oleh calon pembeli yang tepat. 

Banyak seller masih bingung menentukan berapa biaya iklan Shopee per klik yang wajar, jenis iklan mana yang paling cocok untuk tokonya, dan bagaimana cara iklan di Shopee untuk pemula tanpa menghabiskan modal secara sia-sia.

Artikel ini membahas tuntas apa itu Shopee Ads, cara kerjanya, biaya yang perlu disiapkan, jenis-jenis iklan beserta penempatannya, langkah setup dari awal, sampai strategi yang biasa dipakai Agile Advertising saat mengelola kampanye Shopee Ads untuk klien.

Apa Itu Shopee Ads?

Shopee Ads adalah fitur iklan berbayar milik Shopee yang memungkinkan penjual mempromosikan produk, toko, atau sesi live streaming mereka di berbagai posisi strategis dalam platform. Iklan ini bisa muncul di halaman utama Shopee, hasil pencarian, halaman rincian produk, hingga halaman produk kompetitor. Tujuannya sederhana, membuat produk atau toko lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli yang sedang mencari atau menjelajah di Shopee.

Berbeda dengan traffic organik yang bergantung pada algoritma pencarian dan riwayat penjualan, Shopee Ads memberi penjual kendali langsung atas visibilitas produknya. Penjual bisa menentukan produk mana yang ingin ditampilkan, kata kunci yang ditarget, dan berapa anggaran yang ingin dikeluarkan setiap hari.

Shopee sendiri menguasai sekitar 54 persen pangsa transaksi e-commerce di Indonesia pada 2025, jauh di atas Tokopedia dan TikTok Shop yang bersama-sama memegang sekitar 38 persen. Skala penggunanya juga besar, mencapai ratusan juta pembeli aktif dengan jutaan penjual yang bersaing di dalamnya. 

Dengan persaingan seketat itu, mengandalkan penjualan organik saja butuh waktu lama, apalagi untuk toko baru yang belum punya riwayat penjualan dan ulasan. Di sinilah Shopee Ads berperan, memberi jalan bagi produk untuk naik ke posisi atas tanpa harus menunggu traffic organik terkumpul dengan sendirinya.

Di Mana Iklan Shopee Ditampilkan

  • Halaman utama Shopee, termasuk bagian “Daily Discover”
  • Hasil pencarian produk dan hasil pencarian toko
  • Halaman rincian produk, termasuk bagian “Produk Serupa” dan “Rekomendasi untuk Anda”
  • Halaman produk kompetitor
  • Shopee Video dan sesi Shopee Live

Manfaat Beriklan di Shopee Ads untuk Seller Shopee

Shopee Ads memiliki beberapa keuntungan yang membuat banyak pebisnis merasa perlu untuk mempromosikan produknya dengan Shopee Ads.

Visibilitas Produk Meningkat Secara Instan

Algoritma Shopee memprioritaskan produk dengan riwayat penjualan dan ulasan yang kuat, sehingga toko baru atau produk baru sulit menang secara organik. Shopee Ads memberi jalan pintas, produk bisa langsung tampil di posisi atas meski belum punya banyak penjualan, karena posisinya ditentukan oleh bid dan relevansi, bukan hanya riwayat toko.

Menjangkau Audiens yang Tertarget

Shopee Ads memungkinkan penjual menargetkan iklan berdasarkan kata kunci yang relevan dengan produk, minat pembeli, dan pola belanja mereka. Iklan hanya tampil kepada calon pembeli yang aktif mencari atau menjelajah produk sejenis, sehingga anggaran iklan lebih efisien karena diarahkan ke audiens yang relevan.

Kontrol Penuh atas Anggaran

Penjual menentukan sendiri modal harian, harga bid per klik, dan durasi kampanye sesuai kemampuan bisnis. Tidak ada kontrak jangka panjang, iklan bisa dihentikan kapan saja kalau hasilnya belum sesuai target.

Data Performa yang Transparan

Shopee Ads dilengkapi dashboard analitik dengan data real-time seperti jumlah tayangan, klik, konversi, dan ROAS. Data ini memudahkan penjual mengevaluasi iklan mana yang layak dilanjutkan dan mana yang perlu dihentikan atau diperbaiki.

Alasan Pebisnis Marketplace Wajib Mempertimbangkan Shopee Ads

Persaingan di Shopee terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penjual di setiap kategori produk. Traffic organik saja sering tidak cukup untuk toko baru, karena algoritma Shopee cenderung memprioritaskan produk dengan riwayat penjualan dan ulasan yang sudah matang. Shopee Ads membantu mempercepat penjualan awal, yang kemudian membentuk data historis dan ulasan yang justru memperkuat performa organik produk tersebut di kemudian hari. 

Bagi pebisnis yang serius ingin scale di marketplace, mengandalkan traffic organik saja berisiko besar, karena kompetitor yang lebih agresif beriklan akan lebih dulu mengambil posisi-posisi strategis di halaman pencarian dan halaman utama.

Cara Kerja Shopee Ads: CPC, Bidding, dan Model Berbasis Impresi

Shopee Ads punya lebih dari satu mekanisme biaya, tergantung jenis campaign yang dipakai. Campaign dengan bidding manual, seperti Iklan Pencarian Produk atau Iklan Pencarian Toko, menggunakan sistem cost-per-click atau CPC, di mana penjual hanya dikenakan biaya saat iklan diklik oleh calon pembeli. 

Sementara itu, Iklan Produk GMV Max sejak pembaruan 7 Mei 2026 sudah beralih ke penayangan berbasis impresi, sehingga sebagian biayanya dihitung dari jumlah tayangan iklan, bukan hanya dari klik. Pemasangan iklan itu sendiri tidak dikenakan biaya apa pun, biaya baru muncul saat ada interaksi atau tayangan yang memenuhi kriteria penghitungan.

Sistem Lelang dan Harga Bid

Setiap kali ada slot iklan yang tersedia, sistem Shopee menjalankan lelang otomatis antar penjual yang menargetkan kata kunci atau penempatan yang sama. Harga bid adalah biaya maksimum yang bersedia dibayarkan penjual untuk setiap klik. 

Semakin tinggi bid dan semakin relevan produk dengan kata kunci yang ditarget, semakin besar peluang iklan memenangkan lelang dan tampil di posisi atas.

Berapa Biaya Iklan Shopee per Klik?

Biaya iklan Shopee per klik berlaku untuk campaign yang menggunakan sistem CPC, seperti Iklan Pencarian Produk atau Iklan Pencarian Toko dengan bidding manual, dan bervariasi tergantung jenis iklan serta tingkat kompetisi kata kunci. Sebagai gambaran umum, harga bid minimum untuk Iklan Produk Halaman Pencarian biasanya mulai dari Rp200 per klik, sementara Iklan Produk Halaman Rekomendasi atau Discovery mulai dari Rp150 per klik. 

Untuk kategori produk dengan persaingan tinggi seperti fashion atau kecantikan, biaya per klik yang sebenarnya bisa jauh lebih mahal dari angka minimum tersebut karena banyak penjual yang bersaing di kata kunci yang sama. Angka-angka ini bisa berubah sewaktu-waktu, jadi sebaiknya selalu dicek langsung di Seller Centre untuk mendapatkan rate yang paling update.

Secara teknis, modal harian minimum bisa dimulai dari Rp2.500 hingga Rp5.000 tergantung jenis penempatan iklan yang dipilih. Namun, Shopee merekomendasikan modal setidaknya Rp100.000 untuk setiap produk yang diiklankan agar iklan punya cukup data untuk dievaluasi, bukan hanya menghasilkan beberapa klik saja. 

Bagi pemula yang belum yakin dengan performa iklannya, modal harian yang lebih kecil, sekitar Rp15.000 hingga Rp50.000 per produk, juga sudah cukup untuk memulai sambil memantau hasilnya sebelum menaikkan anggaran.

GMV Max: Bidding Otomatis dan Kini Berbasis Impresi

Shopee kini mendorong sistem bidding otomatis bernama GMV Max, yang menggunakan machine learning untuk mengatur kata kunci, bid, dan penempatan iklan secara otomatis berdasarkan target penjualan atau GMV yang ingin dicapai. Sejak pembaruan 7 Mei 2026, Iklan Produk GMV Max menggunakan penayangan berbasis impresi, artinya sebagian biaya iklan dihitung dari jumlah tayangan, bukan murni dari klik. 

Hasil iklan diukur lewat dua jenis atribusi, atribusi klik dalam 7 hari untuk pembelian setelah pembeli mengklik iklan, dan atribusi tampilan dalam 1 hari untuk pembelian yang terjadi setelah pembeli melihat iklan tanpa mengklik. Karena mekanismenya berbeda dari campaign manual, benchmark biaya per klik pada bagian sebelumnya tidak berlaku sepenuhnya untuk GMV Max. 

Penjual cukup menentukan anggaran dan, jika mau, target ROAS, lalu sistem Shopee yang mengoptimalkan distribusi iklannya di seluruh traffic platform, mulai dari halaman pencarian, rekomendasi, Shopee Video, hingga Shopee Games. Mode manual dengan pengaturan kata kunci sendiri masih tersedia dan menggunakan CPC, tapi saat ini lebih banyak dipakai oleh toko berstatus Shopee Mall yang sudah punya data historis matang.

Proteksi dari Klik Tidak Valid

Shopee memiliki sistem yang menyaring klik mencurigakan, seperti klik berulang dari perangkat yang sama atau aktivitas bot, sehingga penjual tidak dikenakan biaya tambahan dari klik yang tidak sah.

Jenis-Jenis Iklan Shopee Ads dan Penempatannya

Shopee menyediakan beberapa format iklan dengan fungsi dan penempatan yang berbeda. Memilih jenis iklan yang tepat sesuai tujuan kampanye jadi kunci supaya anggaran iklan tidak terbuang percuma.

Iklan Pencarian Produk (Product Search Ads)

Muncul di posisi atas hasil pencarian saat pembeli mengetik kata kunci yang relevan dengan produk, termasuk di semua tab hasil pencarian seperti “Terkait”, “Terbaru”, “Terlaris”, dan “Harga”. Jenis iklan ini paling cocok untuk menjangkau pembeli yang sudah tahu produk apa yang mereka cari, karena niat belinya biasanya lebih tinggi dibanding format iklan lain.

Iklan Pencarian Toko (Shop Search Ads)

Menampilkan nama toko, voucher, dan produk unggulan di bagian atas hasil pencarian, sebelum produk-produk individual muncul. Iklan ini mengarahkan pembeli langsung ke etalase toko secara keseluruhan, bukan hanya ke satu produk, sehingga cocok untuk membangun awareness terhadap toko.

Iklan Discovery atau Rekomendasi (Product Discovery Ads)

Muncul di area dengan traffic tinggi seperti “Daily Discover” di halaman utama, bagian “Produk Serupa”, dan “Rekomendasi untuk Anda” di halaman detail produk. Iklan ini menjangkau pembeli yang sedang menjelajah tanpa mengetik kata kunci spesifik, cocok untuk memperkenalkan produk ke audiens yang lebih luas di luar hasil pencarian.

Iklan Produk GMV Max

Format iklan produk dengan sistem penayangan dan bidding otomatis berbasis AI. Iklan ini berjalan sekaligus di berbagai penempatan, mulai dari halaman pencarian, rekomendasi, Shopee Video, hingga Shopee Games, dengan sistem Shopee yang menentukan penempatan terbaik untuk mencapai target GMV yang ditetapkan penjual. 

Sejak Mei 2026, atribusi hasil iklan GMV Max juga mencakup pembelian dari pembeli yang melihat iklan dan bertransaksi dalam waktu satu hari, tidak hanya dari pembeli yang mengklik iklan.

Iklan Banner

Tampil di halaman utama Shopee dengan visual berukuran besar, biasanya digunakan untuk kampanye yang fokus membangun brand awareness ketimbang mengejar penjualan langsung.

Iklan Live Shopee

Mempromosikan sesi siaran langsung penjual agar lebih banyak dilihat pembeli, cocok untuk toko yang aktif berjualan lewat fitur Shopee Live dan ingin menambah penonton secara real-time.

Iklan Produk Baru

Khusus untuk produk yang baru ditambahkan dalam 30 hari terakhir. Fitur ini memberi tambahan traffic eksklusif di tahap awal agar produk baru cepat mendapatkan pesanan pertama, sebelum beralih ke mode bidding GMV Max Auto atau GMV Max ROAS untuk tahap optimasi lanjutan setelah target pesanan pertama tercapai.

Cara Setup Shopee Ads untuk Pertama Kali

Bagi seller yang baru mau mencoba, berikut cara iklan di Shopee untuk pemula, mulai dari langkah paling awal sampai iklan siap dievaluasi.

Langkah 1: Isi Saldo Iklan

Shopee Ads menggunakan sistem prabayar, jadi penjual perlu top up Saldo Iklan lebih dulu lewat Seller Centre. Kalau saldo iklan Rp0, iklan tidak akan ditampilkan sama sekali. Metode pembayarannya cukup fleksibel, mulai dari kartu debit, kartu kredit, dompet digital seperti ShopeePay, hingga transfer bank.

Langkah 2: Pilih Produk yang Akan Diiklankan

Jangan langsung mengiklankan semua produk di toko. Pilih 3 sampai 5 produk terlaris atau produk dengan margin dan potensi penjualan paling tinggi. Pastikan foto produk, deskripsi, dan harga sudah siap bersaing dengan kompetitor sebelum iklan dinyalakan, karena traffic dari iklan tidak akan berguna kalau halaman produknya sendiri belum siap mengonversi pengunjung jadi pembeli.

Langkah 3: Masuk ke Menu Shopee Ads di Seller Centre

Buka Seller Centre, pilih menu Shopee Ads, lalu klik “Buat Iklan Baru”. Di sini penjual akan diarahkan memilih jenis iklan yang diinginkan, apakah iklan pencarian produk, iklan toko, iklan produk baru, atau format lainnya.

Langkah 4: Tentukan Mode Bidding

Pemula yang belum familiar dengan riset kata kunci bisa memilih mode bidding otomatis, di mana sistem Shopee yang menentukan kata kunci dan harga bid berdasarkan performa terbaik. Setelah cukup familiar dan punya data historis, penjual bisa beralih ke mode manual untuk kontrol lebih detail atas kata kunci dan anggaran.

Langkah 5: Atur Kata Kunci

Kalau memilih mode manual, tentukan kata kunci yang relevan dengan produk menggunakan tools riset kata kunci yang tersedia di dashboard iklan. Pilih kata kunci yang benar-benar dicari pembeli dan sesuai dengan produk yang dijual, hindari kata kunci yang terlalu umum karena biasanya hanya menghabiskan anggaran tanpa hasil yang jelas.

Langkah 6: Tentukan Modal Harian dan Harga Bid

Tetapkan modal harian sesuai kemampuan, misalnya mulai dari Rp15.000 hingga Rp50.000 per produk untuk tahap awal. Untuk harga bid, gunakan bid terendah dulu kalau belum yakin dengan performa iklan, lalu naikkan secara bertahap kalau hasilnya terbukti efektif.

Langkah 7: Tentukan Durasi Kampanye

Penjual bisa memilih menjalankan iklan tanpa batas waktu atau menetapkan tanggal mulai dan selesai. Disarankan menjalankan iklan minimal 1 sampai 2 minggu di awal agar sistem Shopee punya cukup data untuk mengoptimalkan penayangan iklan.

Langkah 8: Pantau dan Evaluasi Performa

Setelah iklan berjalan, pantau metrik seperti CTR, jumlah klik, konversi, dan ROAS secara berkala, idealnya minimal seminggu sekali. Matikan kata kunci yang menghabiskan banyak anggaran tanpa menghasilkan penjualan, lalu alokasikan ulang budget ke kata kunci atau produk yang performanya lebih baik.

Strategi Beriklan di Shopee Ads Berdasarkan Pengalaman Agile

Tim Agile Advertising terbiasa menangani Shopee Ads untuk berbagai klien lintas industri, mulai dari fashion, kecantikan, hingga kebutuhan rumah tangga. Dari pengalaman ini, beberapa prinsip berikut yang paling konsisten menentukan berhasil tidaknya sebuah kampanye Shopee Ads.

Fokus pada Produk yang Sudah Siap Konversi

Iklan hanya efektif kalau halaman produknya sudah siap menjual. Sebelum menaikkan budget iklan, pastikan foto produk berkualitas, deskripsi lengkap, harga kompetitif dibanding kompetitor, dan sudah ada cukup ulasan positif. Traffic yang datang dari iklan akan sia-sia kalau begitu sampai di halaman produk, calon pembeli malah pergi karena informasinya kurang meyakinkan.

Tentukan Budget Berdasarkan Margin, Bukan Asal Tebak

Salah satu kesalahan paling umum adalah menetapkan budget iklan tanpa menghitung margin keuntungan produk terlebih dulu. Agile selalu menghitung batas biaya iklan yang wajar berdasarkan margin kontribusi tiap produk, sehingga target ROAS yang ditetapkan realistis dan tidak membuat toko rugi meski angka penjualan naik.

Beri Waktu untuk Fase Pembelajaran

Setiap kali kampanye baru dijalankan atau budget dinaikkan signifikan, sistem Shopee butuh waktu untuk mempelajari pola performa iklan tersebut, biasanya sekitar 7 hari. Menaikkan budget terlalu cepat sebelum fase ini selesai justru membuat distribusi iklan tidak stabil dan data yang didapat kurang akurat untuk evaluasi.

Naikkan Budget Secara Bertahap

Kalau performa sudah terbukti bagus, naikkan budget harian secara bertahap, idealnya 20 sampai 30 persen setiap kali kenaikan, bukan langsung dua kali lipat. Kenaikan budget yang terlalu agresif membuat sistem Shopee kembali menyesuaikan distribusi iklan dari awal, yang bisa menurunkan performa untuk sementara waktu.

Pisahkan Kampanye Berdasarkan Tujuan

Agile membedakan kampanye berdasarkan tujuan spesifiknya, apakah untuk meningkatkan visibilitas produk baru, mendorong penjualan produk unggulan, atau menjaga posisi toko selama periode promo besar seperti 9.9 atau 11.11. Setiap tujuan butuh pendekatan bid dan alokasi budget yang berbeda, sehingga menyamaratakan semua kampanye biasanya membuat hasilnya kurang maksimal.

Evaluasi Berdasarkan Profit, Bukan Sekadar Klik atau ROAS

Angka klik yang tinggi atau ROAS yang terlihat bagus di dashboard tidak selalu berarti kampanye menguntungkan. Agile selalu mengukur keberhasilan iklan dari profit riil setelah dikurangi biaya iklan, ongkos produksi, dan biaya platform, bukan hanya dari metrik permukaan seperti jumlah klik atau impresi.

Kombinasikan Search Ads dan Discovery Ads

Untuk toko yang sudah punya data historis dan ulasan cukup, biasanya minimal 20 ulasan, Agile mulai mengombinasikan Search Ads dengan Discovery Ads sebagai pelengkap. Search Ads menangkap pembeli yang sudah tahu produk yang mereka cari, sementara Discovery Ads memperkenalkan produk ke pembeli yang belum tentu sedang mencari tapi berpotensi tertarik setelah melihatnya.

Contoh Project Shopee Ads yang Ditangani Agile

Berikut dua contoh nyata dari portofolio Agile yang menunjukkan bagaimana pendekatan berbasis data diterapkan dalam mengelola iklan digital untuk brand di marketplace, pendekatan yang sama juga dipakai Agile saat mengelola Shopee Ads untuk klien-kliennya.

Studi Kasus 1: Brand Fashion Pria, Order Naik dari 268 Menjadi 3.302 per Bulan dalam Satu Tahun

Di awal 2025, sebuah brand fashion pria yang sudah aktif berjualan mencatat 268 order per bulan. Angka ini menunjukkan ada permintaan pasar, tapi pertumbuhannya belum stabil, order naik saat promo lalu turun lagi setelahnya, dan performa iklan sulit diprediksi dari bulan ke bulan.

Alih-alih langsung menaikkan budget, Agile lebih dulu menganalisis data yang sudah ada, mulai dari produk dengan performa penjualan tertinggi, campaign yang menghasilkan order paling banyak, hingga perilaku customer dari klik sampai pembelian. Dari analisis ini terlihat produk dan campaign mana yang sebenarnya punya potensi lebih besar kalau dioptimalkan lebih lanjut.

Strategi yang dijalankan kemudian difokuskan untuk memaksimalkan apa yang sudah terbukti berhasil, menambah alokasi budget pada campaign dengan performa terbaik, memperbaiki materi iklan agar lebih relevan dengan target audience, dan memperjelas positioning produk yang paling diminati. Eksekusinya dilakukan bertahap dan konsisten, dengan optimasi kecil secara rutin serta penyesuaian strategi berdasarkan data terbaru.

Hasilnya, dalam periode Januari hingga Desember 2025, order brand ini naik dari 268 menjadi 3.302 per bulan. Revenue juga tumbuh dari ratusan juta rupiah menjadi miliaran rupiah dalam satu tahun yang sama.

Studi Kasus 2: ROAS 31,42 Lewat Efisiensi Biaya per Klik

Pada project lain, Agile fokus membenahi efisiensi biaya iklan lewat puluhan optimasi kecil yang dilakukan secara konsisten, mulai dari penyempurnaan struktur campaign hingga efisiensi biaya klik. Biaya per klik atau CPC berhasil ditekan dari Rp350 menjadi Rp81.

Penurunan CPC ini mendorong efisiensi anggaran iklan secara keseluruhan. ROAS kampanye ini mencapai 31,42, dan revenue tumbuh 1.573 persen hanya dalam satu bulan. Kenaikan ini datang dari efisiensi biaya per klik yang terus diperbaiki, bukan dari penambahan budget iklan.

Kedua studi kasus ini menunjukkan pola yang sama, hasil besar datang dari keputusan yang didasarkan pada data, dieksekusi secara konsisten, dan terus dioptimalkan dari waktu ke waktu.

Sudah Siap Naikkan Revenue dari Shopee?

Shopee Ads bisa jadi salah satu cara paling efektif untuk mendongkrak penjualan di marketplace, asal dijalankan dengan strategi yang tepat, mulai dari memilih produk yang siap konversi, menghitung budget berdasarkan margin, sampai mengevaluasi performa berdasarkan profit, bukan sekadar klik atau ROAS di permukaan. 

Kalau butuh partner yang bisa membantu menyusun dan mengeksekusi strategi ini untuk menaikkan revenue dari Shopee, di sinilah peran Agile Advertising.

Agile Advertising, atau dikenal juga sebagai Agile Ad House, adalah agensi digital ads yang fokus membantu bisnis tumbuh melalui strategi iklan yang cerdas dan berbasis data. Sejak 2021, Agile telah membantu lebih dari 150 brand lintas industri, mulai dari social media ads seperti Meta Ads, TikTok Ads, dan Google Ads, hingga iklan marketplace seperti Shopee Ads dan Tokopedia Ads.

Agile menerapkan sistem kerja bulanan tanpa kontrak jangka panjang, sehingga klien punya fleksibilitas penuh untuk berhenti kapan saja kalau hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Setiap kampanye dikelola dengan pendekatan performance-based, dilengkapi laporan atribusi yang transparan, dan keputusan akhir tetap ada di tangan klien.

Kalau butuh bantuan menyusun strategi Shopee Ads yang tepat untuk toko atau brand kamu, tim Agile siap diajak diskusi. Kunjungi halaman industri yang kami tangani untuk melihat pengalaman Agile di berbagai sektor bisnis, atau cek paket layanan Agile untuk pilihan kerja sama yang tersedia.

Untuk konsultasi lebih lanjut, hubungi tim Agile lewat halaman kontak atau langsung chat via WhatsApp.