Apa itu Tokopedia Ads? Panduan Lengkap Iklan Tokopedia untuk Seller
Tokopedia Ads, atau yang secara resmi disebut TopAds, adalah fitur iklan berbayar milik Tokopedia yang dirancang untuk membantu seller menampilkan produk dan tokonya di posisi-posisi strategis di dalam platform.
Bagi pemilik toko online yang berjualan di Tokopedia, memahami cara kerja Tokopedia Ads bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan dasar, mengingat jumlah seller dan produk yang bersaing di marketplace ini terus bertambah setiap tahun.
Artikel ini membahas secara lengkap apa itu Tokopedia Ads, keuntungan yang bisa didapatkan seller, cara kerja sistem biayanya, jenis-jenis iklan yang tersedia beserta penempatannya, langkah setup untuk pemula, strategi yang terbukti efektif berdasarkan pengalaman langsung Agile Advertising dalam mengelola kampanye klien di marketplace, hingga dua studi kasus nyata hasil optimasi iklan.
Dengan panduan ini, seller diharapkan bisa mengambil keputusan yang lebih tepat sebelum mulai mengalokasikan anggaran untuk beriklan di Tokopedia.
Apa itu Tokopedia Ads (TopAds)?
TopAds adalah fitur promosi toko dan produk yang disediakan Tokopedia untuk membantu seller meningkatkan tampilan produk sekaligus memperluas jangkauan toko kepada calon pembeli potensial. Sebelum menggunakan fitur ini, seller diwajibkan mengisi kredit TopAds terlebih dahulu. Dengan kredit tersebut, seller bisa mempromosikan produk kapan saja, termasuk pada jam-jam ramai kunjungan, mulai dari nominal yang relatif kecil per klik.
Secara garis besar, layanan iklan produk di Tokopedia terbagi menjadi dua jalur promosi. Jalur pertama adalah Iklan Tokopedia yang tayang langsung di dalam platform Tokopedia. Jalur kedua adalah Affiliate Marketing yang memanfaatkan promosi lewat media sosial melalui kreator, saat ini hanya bisa diakses lewat desktop. Kedua jalur ini bisa dijalankan bersamaan untuk memaksimalkan perkembangan toko online.
Posisi TopAds sebagai Fitur Iklan Berbayar
TopAds berjalan dengan sistem lelang internal. Setiap seller yang mengaktifkan iklan bersaing untuk mendapatkan posisi tampil terbaik berdasarkan kombinasi antara biaya per klik yang dipasang dan relevansi produk terhadap kata kunci pencarian pembeli. Semakin sesuai penamaan produk dengan kata kunci yang dicari pembeli, semakin besar peluang iklan tampil di posisi atas dan diklik.
Penempatan Iklan Tokopedia Ads
Iklan Tokopedia Ads muncul di sejumlah halaman strategis yang paling sering diakses pembeli, yaitu:
- Halaman utama atau beranda Tokopedia, saat pengguna pertama kali membuka aplikasi
- Halaman hasil pencarian, ketika pembeli mengetikkan kata kunci produk tertentu
- Halaman rincian atau detail produk, sebagai rekomendasi produk serupa
- Halaman favorit, tempat berkumpulnya pembeli dengan potensi transaksi tinggi
- Halaman kategori produk, yang diakses pembeli dengan niat pembelian yang sudah spesifik
Penempatan yang beragam ini membuat produk seller mendapat banyak titik temu dengan calon pembeli di sepanjang perjalanan belanja mereka, mulai dari tahap melihat-lihat sampai tahap siap membeli.
Keuntungan Beriklan di Tokopedia Ads bagi Seller
Beriklan di Tokopedia, selain dapat meningkatkan penjualan, juga berpotensi meningkatkan brand awareness toko. Pelajari keuntungan lain beriklan di Tokopedia
Produk dan Toko Lebih Mudah Ditemukan
Keuntungan paling dasar dari Tokopedia Ads adalah visibilitas. Iklan membuat produk muncul di bagian atas hasil pencarian sehingga calon pembeli tidak perlu menggulir layar terlalu jauh untuk menemukan produk seller. Produk dengan rating tinggi memang lebih mudah meyakinkan pembeli, tetapi produk yang belum memiliki rating pun tetap berpeluang tampil di posisi atas dan bersaing dengan kompetitor selama menggunakan iklan.
Berpotensi Meningkatkan Penjualan
Penggunaan iklan secara konsisten berpotensi mendorong kenaikan penjualan karena produk mendapat eksposur lebih besar dibandingkan mengandalkan traffic organik saja. Semakin sering produk dilihat saat sedang populer dicari, semakin besar pula peluang produk tersebut diklik dan akhirnya dibeli.
Membangun Brand Awareness Toko
Setiap kali produk atau toko tampil di halaman strategis Tokopedia, identitas toko, nama produk, harga, dan keunggulannya ikut terekspos ke calon pembeli. Paparan berulang ini membangun ingatan konsumen terhadap toko, sehingga peluang toko diingat dan dikunjungi kembali di kemudian hari semakin besar.
Kontrol Anggaran yang Fleksibel
Seller memegang kendali penuh atas anggaran iklan. Biaya bisa disesuaikan dengan kemampuan toko, mulai dari nominal kecil harian sampai anggaran lebih besar untuk kampanye musiman seperti tanggal kembar atau harbolnas. Sebagian besar jenis iklan menggunakan sistem cost per click, sehingga seller membayar saat iklan benar-benar diklik calon pembeli, bukan sekadar dilihat.
Membantu Produk Baru Bersaing Meski Belum Punya Riwayat Penjualan
Produk baru biasanya kalah bersaing di pencarian organik karena belum punya riwayat penjualan, ulasan, atau rating. Dengan iklan, produk baru tetap bisa tampil di posisi atas dan mendapat kesempatan yang setara untuk dilihat calon pembeli sejak hari pertama diunggah.
Meminimalisir Produk yang Penjualannya Menurun
Iklan produk juga efektif digunakan untuk mendorong kembali penjualan produk yang mulai sepi peminat atau menumpuk sebagai stok lama. Dengan menampilkan ulang produk tersebut ke calon pembeli baru, seller punya kesempatan menghabiskan stok sekaligus menjaga arus kas toko tetap sehat.
Kenapa Pebisnis di Marketplace Harus Beriklan di Tokopedia Ads
Tokopedia termasuk lima besar e-commerce terpopuler di Indonesia dan digunakan lintas kelompok usia, mulai dari Gen Z, Milenial, sampai Gen X. Tingginya minat pembeli ini justru mendorong makin banyak seller berjualan di platform yang sama, sehingga produk dengan kategori serupa harus berebut posisi tampil di halaman pencarian yang terbatas.
Algoritma pencarian Tokopedia memprioritaskan produk berdasarkan kombinasi rating, jumlah transaksi, kecepatan respons, dan relevansi kata kunci. Toko yang baru berjualan atau belum punya cukup riwayat transaksi akan sulit bersaing secara organik melawan toko yang sudah lama berjualan dengan ribuan ulasan. Iklan menjadi jalan pintas yang sah untuk menyamakan peluang tampil, tanpa harus menunggu bertahun-tahun membangun reputasi organik terlebih dahulu.
Selain persaingan antar sesama seller Tokopedia, sejak Tokopedia terintegrasi dengan TikTok Shop menyusul investasi mayoritas dari ByteDance, ekosistem kedua platform ini semakin menyatu dalam satu Tokopedia & TikTok Shop Seller Center. Integrasi ini memperluas jangkauan calon pembeli, dari pembeli yang mencari produk secara sadar lewat kolom pencarian Tokopedia, sampai pembeli yang menemukan produk secara tidak sengaja lewat video dan live di TikTok.
Seller yang tidak memanfaatkan iklan berisiko kehilangan peluang tampil di kedua jalur trafik ini sekaligus, sementara kompetitor yang sudah beriklan justru semakin mendominasi kedua ekosistem tersebut.
Cara Kerja Tokopedia Ads: Sistem Biaya dan Mekanisme Penayangan
Cost Per Click (CPC) untuk Iklan Produk dan Iklan Toko
Mayoritas Iklan Tokopedia menerapkan sistem pembayaran Cost per Click atau CPC. Artinya, seller hanya membayar setiap kali iklan produk atau tokonya diklik oleh calon pembeli, bukan setiap kali iklan tersebut sekadar tampil. Sebelum bisa mengaktifkan iklan jenis ini, seller wajib mengisi kredit TopAds terlebih dahulu sesuai nominal yang tersedia.
Cost Per Impression untuk Iklan Headline
Berbeda dengan iklan produk, Iklan Headline atau iklan toko menggunakan skema biaya berdasarkan jumlah tayang atau impresi. Seller membayar berdasarkan seberapa sering iklan tersebut muncul di layar calon pembeli, terlepas dari apakah iklan itu diklik atau tidak.
Cost Per Acquisition (CPA) untuk Affiliate Marketing
Jalur Affiliate Marketing menerapkan skema Cost per Acquisition. Seller hanya membayar komisi ketika terjadi penjualan sukses hasil promosi dari kreator afiliasi. Besaran komisi ditentukan sendiri oleh seller berdasarkan persentase dari harga barang, dan pembayarannya dipotong dari saldo Tokopedia setelah status transaksi selesai.
Sistem Lelang dan Biaya Rekomendasi
Tokopedia menjalankan sistem lelang atau bidding di balik setiap penayangan iklan. Semakin besar biaya per klik yang dipasang, semakin besar pula peluang iklan tampil di posisi paling atas. Namun bidding yang terlalu agresif tanpa perhitungan anggaran yang matang bisa membuat kredit TopAds cepat habis. Tokopedia menyediakan rekomendasi biaya per klik sebagai acuan awal, dan seller tidak dapat melihat nilai bidding milik kompetitor karena sistem dirancang agar tetap adil bagi semua penjual.
Estimasi Biaya Beriklan di Tokopedia
Berikut kisaran biaya yang perlu disiapkan seller untuk masing-masing jenis iklan.
Iklan Produk Manual
Minimum biaya per klik berkisar Rp300 sampai Rp350, dengan seller menentukan sendiri kata kunci dan produk yang ingin diiklankan.
Iklan Produk Otomatis
Biaya menyesuaikan anggaran harian yang ditentukan seller, karena sistem Tokopedia yang mengatur secara otomatis produk mana yang ditayangkan dan berapa besar bidding-nya.
Iklan Headline
Minimum biaya berkisar Rp12 per impresi, atau setara Rp12.000 per 1.000 impresi, dan dapat disesuaikan lagi dengan kebutuhan kampanye.
Minimum Kredit untuk Aktivasi
TopAds bisa diaktifkan apabila seller memiliki minimum kredit sebesar Rp2.000, sehingga toko dengan modal terbatas pun tetap bisa mulai mencoba fitur ini.
Integrasi Tokopedia Ads dengan TikTok Ads Manager
Sejak Tokopedia dan TikTok Shop dikelola dalam satu Seller Center terintegrasi, muncul opsi baru bagi seller untuk beriklan lewat Product Shopping Ads. Ketika akun Tokopedia diintegrasikan dengan TikTok Shop, seller bisa membuat Product Shopping Ads yang tetap tayang di penempatan Tokopedia, seperti halaman pencarian dan rekomendasi, tetapi seluruh pengelolaannya dilakukan lewat TikTok Ads Manager, bukan lagi lewat Tokopedia Seller Center.
Setelah kampanye Product Shopping Ads dibuat lewat TikTok Ads Manager, pengelolaan iklan produk yang sama di dalam Tokopedia Seller Center otomatis dinonaktifkan, sehingga TikTok Ads Manager menjadi satu-satunya platform pengelolaan untuk kampanye tersebut.
Model biaya yang tersedia di jalur ini juga lebih beragam, mulai dari target ROAS untuk memaksimalkan pendapatan, CPA untuk mendorong pembelian, sampai CPC untuk menambah jumlah klik. Inilah yang membuat banyak seller kini mencari cara beriklan Tokopedia lewat TikTok, karena kedua sistem tersebut kini benar-benar saling terhubung dalam satu ekosistem iklan.
Jenis-Jenis Iklan Tokopedia Ads dan Penempatannya
Iklan Produk Manual
Iklan Produk Manual memberi seller kendali penuh atas produk yang diiklankan, kata kunci yang dituju, serta biaya per klik yang dipasang. Iklan jenis ini tampil di halaman pencarian, halaman rekomendasi, dan beranda, biasanya ditandai label kecil bertuliskan Ad pada foto produk agar pembeli tahu bahwa produk tersebut adalah hasil promosi berbayar.
Iklan Produk Otomatis
Pada Iklan Produk Otomatis, seller hanya perlu menentukan jumlah anggaran, sementara sistem Tokopedia yang menentukan besaran bidding, produk mana yang ditayangkan, serta kapan iklan tersebut tampil. Jenis iklan ini cocok untuk seller yang ingin praktis, meski kontrol terhadap detail kampanye jadi lebih terbatas dibanding versi manual.
Iklan Kata Kunci
Iklan Kata Kunci membantu produk dan toko muncul lewat variasi kata kunci pencarian yang digunakan pembeli, tanpa perlu mengubah nama atau deskripsi produk yang sudah ada. Fitur ini sangat membantu mengingat nama produk memiliki batas jumlah karakter, sementara pembeli bisa memasukkan banyak variasi kata kunci berbeda saat mencari barang yang sama.
Iklan Toko atau Iklan Headline
Iklan Toko, yang juga dikenal sebagai iklan headline, tampil sebagai banner di posisi paling atas halaman hasil pencarian. Penempatannya lebih eksklusif dibanding iklan produk maupun iklan kata kunci, karena hanya satu toko yang tampil dalam satu waktu untuk satu kata kunci tertentu. Banner ini biasanya menampilkan gambar produk unggulan sekaligus kalimat promosi toko secara bersamaan, sehingga efektif untuk membangun brand awareness.
Tokopedia Display Network
Tokopedia Display Network berbentuk banner promosi visual yang tayang di halaman utama dan berbagai halaman strategis lain di dalam aplikasi maupun situs Tokopedia. Jenis iklan ini lebih berfokus pada branding dan menarik perhatian calon pembeli sejak awal mereka membuka aplikasi, dibandingkan mengejar klik secara langsung.
Affiliate Marketing atau Iklan Tanpa Modal
Affiliate Marketing memungkinkan produk dipromosikan oleh kreator di media sosial dengan skema komisi. Seller tidak perlu membayar di muka, karena biaya baru dikenakan saat terjadi penjualan sukses. Jenis iklan ini sangat menguntungkan seller baru yang ingin mencoba beriklan tanpa risiko anggaran habis untuk iklan yang tidak menghasilkan konversi.
Product Shopping Ads lewat TikTok Ads Manager
Product Shopping Ads adalah jenis iklan yang lahir dari integrasi Tokopedia dan TikTok Shop. Penempatannya tetap berada di dalam Tokopedia, yaitu halaman pencarian dan rekomendasi, namun pembuatan dan pengelolaan kampanyenya dilakukan sepenuhnya lewat TikTok Ads Manager. Jenis iklan ini menjadi pilihan bagi seller yang ingin mengelola kampanye Tokopedia dan TikTok Shop dalam satu dasbor yang sama, sekaligus memanfaatkan opsi bidding berbasis ROAS, CPA, atau CPC yang lebih lengkap.
Cara Set Up Tokopedia Ads untuk Pertama Kali
Cara beriklan di Tokopedia dimulai dengan login ke akun Tokopedia Seller hingga memilih produk yang akan diiklankan untuk mengoptimalkan revenue dari Tokopedia. Berikut cara beriklan di Tokopedia
1. Login ke Akun Tokopedia Seller
Langkah pertama adalah masuk ke halaman Tokopedia Seller menggunakan nomor HP atau email yang sudah terdaftar sebagai akun toko. Pastikan toko sudah aktif berjualan sebelum mulai mengatur iklan.
2. Isi Kredit TopAds
Setelah berhasil login, buka menu Kredit TopAds, lalu klik Tambah Kredit di bagian kanan atas halaman. Ada dua cara top up yang bisa dipilih.
Cara manual dilakukan dengan memilih jumlah kredit yang diinginkan, klik lanjutkan, pilih metode pembayaran, lalu selesaikan pembayaran sesuai nominal yang dipilih. Cara otomatis dilakukan dengan mengaktifkan fitur Tambah Kredit Otomatis lewat menu pengaturan, sehingga saldo akan terisi ulang sendiri saat kredit menipis, dengan batas maksimal tujuh kali pengisian otomatis per hari. Top up kredit hanya bisa dilakukan lewat akun owner toko, bukan lewat akun admin.
Sebagai catatan tambahan, Tokopedia juga memberikan bonus kredit setiap kali top up, dengan besaran yang berbeda tergantung level toko, mulai dari Regular Merchant, Power Merchant, PM Pro Advance, PM Pro Expert, PM Pro Ultimate, sampai Official Store. Semakin tinggi level toko, semakin besar pula persentase bonus kredit yang didapatkan, baik lewat top up manual maupun otomatis.
3. Buat Draft Kampanye Iklan
Setelah kredit tersedia, buat draft kampanye baru dengan mengklik menu Tambah Promo atau Tambah Iklan pada dasbor TopAds.
4. Pilih Produk yang Akan Diiklankan
Tentukan produk yang ingin dipromosikan dengan mengklik opsi Produk. Sebaiknya prioritaskan produk unggulan yang sudah terbukti laku, produk baru yang ingin diperkenalkan, atau produk yang stoknya perlu segera dihabiskan.
5. Buat Kategori atau Grup Produk
Kelompokkan produk ke dalam kategori atau grup tertentu agar penempatan iklan lebih terorganisir. Jika toko sudah memiliki grup dengan kategori produk yang serupa, produk baru bisa langsung dimasukkan ke grup lama tersebut.
6. Atur Nama Produk dan Kata Kunci yang Relevan
Pastikan nama dan deskripsi produk sudah menggunakan kata kunci yang benar-benar dicari pembeli. Penamaan yang tepat sangat menentukan seberapa sering iklan muncul di hasil pencarian yang relevan.
7. Tentukan Biaya per Klik dan Anggaran Harian
Atur biaya per klik sesuai dengan rekomendasi yang diberikan Tokopedia, atau tentukan sendiri berdasarkan hasil analisis kompetitor dan target penjualan. Jangan lupa mengatur anggaran harian agar pengeluaran iklan tetap terkendali dan tidak melebihi kemampuan toko.
8. Aktifkan Iklan dan Pantau Performanya
Setelah semua pengaturan selesai, aktifkan iklan dan pantau statusnya secara berkala lewat dasbor TopAds. Status iklan bisa berupa Tidak Aktif, Iklan Tampil, atau Iklan Tidak Tampil, yang biasanya disebabkan oleh kredit habis, anggaran harian tercapai, stok produk kosong, atau toko sedang tutup. Data performa iklan yang sudah dihapus pun tetap bisa diunduh untuk kebutuhan evaluasi lebih lanjut.
Best Practice dan Strategi Beriklan di Tokopedia Ads Berdasarkan Pengalaman Agile
Setelah menangani pengelolaan iklan marketplace untuk berbagai klien lintas industri, Agile Advertising menemukan sejumlah pola yang konsisten membedakan kampanye Tokopedia Ads yang efisien dari kampanye yang hanya menghabiskan anggaran tanpa hasil sepadan.
Optimalkan Penamaan dan Deskripsi Produk Sebelum Mulai Beriklan
Algoritma Tokopedia sangat bergantung pada kecocokan kata kunci. Sebelum menambah anggaran iklan, langkah pertama yang selalu dilakukan adalah memastikan nama, deskripsi, dan atribut produk sudah menggunakan istilah yang benar-benar dicari pembeli. Iklan dengan bidding tinggi tetap akan sulit bersaing jika penamaan produknya tidak relevan dengan kata kunci pencarian.
Pantau Click Through Rate Secara Berkala
Persentase klik yang sehat berada di atas 2,5 persen. Jika CTR sebuah iklan berada di bawah angka tersebut, biasanya masalahnya ada pada foto produk yang kurang menarik, harga yang tidak kompetitif, atau kata kunci yang kurang relevan. Evaluasi rutin terhadap metrik ini menjadi dasar sebelum menaikkan anggaran lebih jauh.
Kombinasikan Iklan Manual dan Otomatis
Iklan manual digunakan untuk produk unggulan yang membutuhkan kontrol ketat atas kata kunci dan bidding, sementara iklan otomatis digunakan untuk menguji produk lain di katalog secara lebih luas tanpa harus mengatur satu per satu. Kombinasi ini membantu menemukan produk potensial baru sambil tetap menjaga performa produk andalan.
Sesuaikan Bidding dengan Anggaran Harian Secara Disiplin
Menaikkan bidding memang memperbesar peluang tampil di posisi atas, tetapi tanpa batas anggaran harian yang jelas, kredit iklan bisa habis dengan cepat tanpa memberi waktu bagi sistem untuk belajar pola konversi. Disiplin dalam menentukan anggaran harian menjadi kunci menjaga kampanye tetap berjalan stabil dalam jangka panjang.
Analisis Data dan Lakukan Optimasi Berkelanjutan
Setiap kampanye yang dikelola Agile selalu disertai pelacakan atribusi yang detail, sehingga klien bisa melihat dengan jelas produk mana yang memberi return paling tinggi, jam berapa iklan paling efektif, dan kata kunci mana yang paling banyak mendatangkan konversi. Data ini digunakan untuk terus menyesuaikan strategi dari waktu ke waktu, bukan hanya dipasang sekali lalu dibiarkan berjalan sendiri.
Respon Cepat terhadap Chat Calon Pembeli
Klik pada iklan hanya menjadi langkah awal. Begitu calon pembeli tertarik dan mengirim pesan, kecepatan respons sangat menentukan apakah mereka lanjut menambahkan produk ke keranjang atau justru beralih ke toko lain. Membalas chat dengan cepat menjadi bagian tidak terpisahkan dari strategi iklan yang efektif.
Manfaatkan Integrasi TikTok Ads Manager untuk Perluasan Jangkauan
Untuk klien yang sudah menjalankan toko di kedua platform, memanfaatkan Product Shopping Ads lewat TikTok Ads Manager membuka akses ke audiens discovery-based TikTok sekaligus mempertahankan penempatan di Tokopedia. Pendekatan ini terbukti efektif memperluas funnel penjualan tanpa harus mengelola dua sistem iklan yang terpisah.
Project Iklan Tokopedia yang Ditangani Agile Advertising
Berikut dua contoh nyata hasil pengelolaan iklan marketplace yang diterapkan Agile Advertising untuk klien di kategori berbeda, sebagai gambaran seberapa besar dampak strategi iklan yang tepat terhadap performa toko.
Studi Kasus 1: Kategori Fashion Accessories
Pada klien di kategori fashion accessories, Agile menerapkan strategi iklan dengan anggaran yang relatif kecil, sekitar Rp4,5 juta. Fokus pengelolaan diarahkan pada efisiensi tiap rupiah anggaran, bukan pada penambahan anggaran secara besar-besaran. Setiap optimasi kata kunci, penempatan, dan bidding diarahkan agar berdampak langsung pada penjualan.
Hasilnya, dengan anggaran sekecil itu, kampanye berhasil menghasilkan gross revenue sebesar Rp1,2 miliar dengan 910 SKU terjual, dan ROI mencapai 270,13 kali lipat dari biaya yang dikeluarkan. Studi kasus ini menunjukkan bahwa performa terbaik sebuah kampanye tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh ketepatan optimasi terhadap anggaran yang sudah dimiliki.
Studi Kasus 2: Kategori Home Appliances
Pada klien di kategori home appliances, tantangannya berbeda. Klien ini ingin menaikkan skala bisnis secara agresif, yang biasanya berisiko menekan ROAS karena anggaran yang naik drastis dalam waktu singkat. Agile menangani skenario ini dengan menaikkan anggaran iklan lebih dari 7 kali lipat sepanjang 2025, sambil tetap menjaga kualitas optimasi kampanye di setiap tahapan kenaikan anggaran.
Alih-alih menurun, ROAS klien justru tumbuh dari 12,35 menjadi 15,95 di periode yang sama. Revenue ikut meningkat dari Rp117 juta menjadi Rp467 juta, sementara jumlah order bertambah dari 2.063 menjadi 6.859 sepanjang tahun tersebut. Studi kasus ini membuktikan bahwa scale bisnis yang agresif tetap bisa berjalan tanpa mengorbankan efisiensi, selama proses optimasinya dilakukan secara konsisten dan berbasis data.
Percayakan Strategi Tokopedia Ads Anda pada Agile Advertising
Agile Advertising, atau yang juga dikenal sebagai Agile Ad House, adalah agensi digital ads yang fokus membantu bisnis tumbuh lewat strategi iklan yang cerdas dan berbasis data. Sejak 2021, Agile telah membantu lebih dari 150 brand lintas industri mengoptimalkan performa iklan mereka, mulai dari Meta Ads, TikTok Ads, Google Ads, sampai iklan marketplace seperti Shopee Ads dan Tokopedia Ads.
Pendekatan Agile dibangun di atas empat prinsip utama, yaitu tanpa kontrak jangka panjang sehingga klien bisa berhenti kapan saja jika hasilnya tidak sesuai harapan, pengelolaan yang sepenuhnya berbasis performa, transparansi penuh lewat pelacakan atribusi yang detail, serta keputusan akhir atas setiap iklan yang tetap berada di tangan klien. Kombinasi prinsip ini yang membuat studi kasus seperti dua contoh di atas bisa terjadi secara konsisten, bukan hanya kebetulan sesekali.
Jika Anda ingin mendiskusikan strategi Tokopedia Ads yang paling sesuai untuk toko Anda, tim Agile siap membantu mulai dari riset kata kunci, pengaturan kampanye, sampai optimasi berkelanjutan. Kunjungi halaman industri yang kami tangani untuk melihat pengalaman Agile di berbagai sektor, atau lihat paket layanan Agile untuk mengetahui pilihan kerja sama yang tersedia.
Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan hubungi tim Agile lewat halaman kontak resmi Agile Advertising atau langsung chat via WhatsApp.